Mengukuhkan Ukhuwah Karena Allah SWT

Table of Contents


Setelah faktor pertama, menegakkan bangunan dakwah di atas landasan takwa kepada Allah, Dr. Fathi Yakan mengemukakan faktor kedua yang perlu dibangun dan dijaga oleh para da'i dan pemimpinnya demi menjaga eksistensi dan orisinalitas gerakan dakwah. Faktor kedua ini tiada lain adalah mengukuhkan ukhuwah karena Allah.

Mengukuhkan Ukhuwah Karena Allah

Ukhuwah (persaudaraan) karena Allah adalah buhul iman yang paling kuat; elemen bangunan yang paling kokoh dan faktor yang menjadikan gerakan Islam laksana bangunan megah yang bagian-bagiannya saling melengkapi.
         Sejauh kekuatan ukhuwah dalam sebuah gerakan, maka sejauh itulah kerapatan barisannya, dan sejauh itulah kekuatan mempertahankan diri dari segala macam serangan dan kelihaiannya merespon balik musuh-musuhnya. Ketika ukhuwah mengalami krisis dan lemah, maka gerakan dakwah hanya menjadi ajang bagi segala kesulitan, penyakit, dan perpecahan.

Dalil Al Qur'an

Allah Swt.berfirman,
Berpegang teguhlah kamu semua dengan tali (agama) Allah dan janganlah bercerai-berai.” (Ali Imran :103)
Dan janganlah kamu sebagaimana orang-orang yang berselisih dan bertikai setelah datang kepada mereka keterangan yang jelas.” (Ali Imran :105)
Allah Juga berfirman,
Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapatkan rahmat.” (Al Hujurat : 10)

Dalil dari As Sunnah

Nabi Saw. menggambarkan kukuhnya kasih sayang karena Allah dengan sabdanya,
Orang-orang mukmin dalam menjalin cinta dan kasih sayang adalah semisal satu badan. Apabila salah satu anggota badan mengeluh sakit, maka seluruh anggota badan merasakan demam dan tidak bisa tidur.” (HR.Ahmad)
Beliau juga bersabda,
Seorang mukmin bagi mukmin yang lain laksana bangunan yang saling mengukuhkan antara satu dengan lainnya.” (HR. Bukhari)
Sabdanya pula,
Seorang muslim adalah seseorang yang orang lain selamat dari kejahatan mulut dan tanggannya.” (HR.Bukhari)
Sabdanya,
Janganlah kalian saling memutuskan hubungan, saling membelakangi, saling membenci dan saling mendengki. Jadilah kalian semua hamba-hamba Allah yang saling bersaudara.” (HR.Bukhari).

Bahaya Berpecah-belah

        Nabi juga mengingatkan kita tentang firqah (perpecahan) dan ikhtilaf (perbedaan) seraya bersabda, “ Janganlah setelahku kalian menjadi kafir kembali, kalian saling membunuh sesamanya,dan saling mencela.”

Hak-hak Ukhuwah

Nabi Saw juga menjelaskan hak-hak ukhuwah dalam Islam seraya bersabda,
Setiap muslim bagi muslim yang lain adalah haram; darah, harta, dan kehormatannya.” (HR Abu Daud).
Sabdanya, “ Tidaklah sesorang hamba beriman sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR.Bukhari).
Beliau bersabda, “ Mereka adalah saudaramu, yang Allah menjadikan mereka dibawah kekuasaanmu. Barangsiapa saudaranya dijadikan Allah berada berada dibawah kekuasaannya, maka hendaklah ia memberi makan dengan makanan yang ia makan dan memberi pakaian dengan pakaian yang ia pakai. dan janganlah memberi beban diatas kemampuanya. Apabila memberinya tugas berat, maka bantulah ia.”
Menegaskan ihwal kesetiaan ukhuwah, Nabi Saw. Bersabda, “ Tidaklah ada seorang muslim yang membiarkan sesamanya disuatu tempat dimana kehormatannya dirusak dan harga dirinya dihinakan, kecuali Allah akan membiarkannya disuatu tempat dimana ia membutuhkan pertolongan-Nya.”

Diantara Hal yang Merusak Ukhuwah

Lalu Nabi Saw. mengingatkan bahaya lisan berupa ghibah (menggunjing), namimah (adu domba), dan buhtan (berdusta),
Beliau bersabda,
Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu? ”para sahabat menjawab, ”orang bangkrut diantara kami adalah orang yang tidak memiliki harta dan uang.” Rasul Saw menjawab, ' Orang yang bangkrut adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan pahala Shalat, pahala Puasa, dan pahala Zakat. Namun ia pernah (di dunia) mengumpat orang lain, menuduh zina orang itu, memakkan harta orang ini , mengucurkan darah orang itu, dan memukul orang ini. Kemudian orang ini diberi (pahala) kebaikannya dan orang itupun diberi kebaikannya. Apabila kebaikannya telah habis, padahal belum bisa membayar seluruh hutangnya, diambil-nyalah kejahatan orang-orang tadi lalu ditimpakan kepadanya kemudian dilemparkanlah ia ke neraka.” (HR.Muslim)
Disaat lain beliau juga bersabda, “ Barang siapa dari kalangan laki-laki yang menyebarkan sebuah berita tentang sudaranya yang lain padahal ia berlepas diri dari padanya, maka berita itu akan memburukkan dirinya didunia dan diakhirat kelak dan Allah berhak menghancurkan dirinya di neraka, sehingga ia datang tidak tersisa lagi apa yang ia pernah katakan “
Suatu saat kami bersama Rasulullah Saw. tiba-tiba bertiuplah angin topan, maka bersabda Rasulullah Saw, “ Tahukah kalian angin apa ini ? inilah angin orang-orang yang ghibah diantara kaum mukminin.”
Rasul juga bersabda, “ Ghibah dan Namimah itu membinasakan iman, sebagaimana binatang gembalaan merusak tanaman.”

Posting Komentar