Cara Mendapatkan Kebahagian dan Ketenangan Secara Gratis

Table of Contents


Kebahagian dan ketenangan adalah dua hal penting yang didambakan oleh semua orang. Sangking ingin mendapatkan kebahagian dan ketenangan, kebanyakan orang rela mengeluarkan semua uangnya demi mendapatkan kedua hal tersebut. Dengan uang, kita bisa mendapatkan kebahagian dan ketenangan, akan tetapi cara mendapatkan kebahagian dan ketenangan semacam itu tidak akan bertahan lama. Kenapa demikian? karena cara seperti itu hanya berlaku jika kita punya uang, kalau kita tidak punya uang maka pasti kembali galau. Tapi ada satu cara yang dengan itu kita tidak perlu mengeluarkan uang sepeserpun namun dijamin mendapatkan kebahagian dan ketengannya yaitu dengan beristighfar.
Ko disuruh beristighfar? Yang masih awam pasti akan nanya kaya gitu. Untuk itu fikih dakwah akan kasih tahu alasannya kenapa yang pingin dapetin kebahagian dan ketengan gratis harus terus membaca istighfar.
Alasan fikih dakwah menyuruh kita untuk sering beristighfar ialah karena kunci sebuah kebahagian dan ketenangan adalah beristighfar. Jjika kita sudah mempunyai kunci kebahagian dan ketenangan, maka kita akan mudah untuk memasuki pintu kebahagian dan ketenangan. Nabi Nuh juga menerangkan kepada kaumnya bahwa istighfar adalah kunci yang teramat mudah dengan keampuhan tiada tara. Allah swt berfirman:
Maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Rabb kalian, karena sesungguhnya Dia adalah Sang Maha Pengampun-!’ Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepada kalian dengan lebat. Dan membanyakkan harta dan anak-anak kalian, dan mengadakan untuk kalian kebun-kebun, serta mengadakan (pula di dalamnya) untuk kalian sungai-sungai.” (Q.S. Nuh ayat 10 -12)
Nabi muhammad saw juga memberi motivasi dalam sabdanya:
Barangsiapa memperbanyak istighfar, niscaya Allâh merubah setiap kesedihannya menjadi kegembiraan; Allah Azza wa Jalla memberikan solusi dari setiap kesempitannya (kesulitannya), dan Allah anugerahkan rizki dari jalur yang tiada disangka-sangka” [HR. Ahmad dan al-Hakim]
Berarti sudah terbukti, wahai saudara-saudariku tercinta bahwa jika kita ingin mendapatkan kebahagian dan ketenangan kita harus mendapatkan kuncinya yaitu dengan terus perbanyak istighfar atau meminta ampunan kepada Allah azza wa jalla dan insya Alloh kita akan mendapatkan kebahagian dan ketenangan di dunia dan di akhirat.
Oke kita lanjutkan ke sesi terakhir dengan sebuah cerita inspiratif yang cukup menarik. Fikih dakwah akan mengulas cerita tentang Imam Ahmad bin Hanbal ra. (murid Imam Syafi'i) dikenal juga sebagai Imam Hanbali yang bertemu dengan penjual roti lewat jalan istighfar.
"Satu waktu (ketika saya sudah usia tua) saya tidak tau kenapa ingin sekali menuju ke salah satu kota di Irak,".
Padahal tidak ada janji sama orang dan tidak ada hajat. Akhirnya Imam Ahmad pergi sendiri menuju ke kota Bashrah. Beliau bercerita " Saat tiba disana waktu Isya', saya ikut shalat berjamaah isya di masjid, hati saya merasa tenang, kemudian saya ingin istirahat". Begitu selesai shalat dan jamaah bubar, Imam Ahmad ingin tidur di masjid, tiba-tiba marbot masjid datang menemui imam Ahmad sambil bertanya "kenapa syaikh, mau ngapain disini?". (kata "syaikh" bisa dipakai untuk tiga panggilan, bisa untuk orang tua, orang kaya ataupun orang yang berilmu. Panggilan Syaikh dikisah ini panggilan sebagai orang tua, karena imam Ahmad kelihatan sebagai orang tua).
Marbot tidak tau kalau beliau adalah Imam Ahmad. Dan Imam Ahmad pun tidak memperkenalkan siapa dirinya. Di Irak, semua orang kenal siapa imam Ahmad, seorang ulama besar dan ahli hadis, sejuta hadis dihafalnya, sangat shalih dan zuhud. Zaman itu tidak ada foto sehingga orang tidak tahu wajahnya, cuma namanya sudah terkenal. Kata imam Ahmad " Saya ingin istirahat, saya musafir". Kata marbot, "tidak boleh, tidak boleh tidur di masjid. Imam Ahmad melanjutkan bercerita "saya didorong-dorong oleh orang itu disuruh keluar dari masjid, Setelah keluar masjid, maka dikuncilah pintu masjid. Lalu saya ingin tidur di teras masjid." Ketika sudah berbaring di teras masjid marbotnya datang lagi, marah-marah kepada Imam Ahmad. "Mau ngapain lagi syaikh?" Kata marbot. "Mau tidur, saya musafir" kata imam Ahmad. Lalu marbot berkata, "di dalam masjid tidak boleh, di teras masjid juga tidak boleh". Imam Ahmad diusir.
Imam Ahmad bercerita " saya didorong-dorong sampai jalanan". Di samping masjid ada penjual roti (rumah kecil sekaligus untuk membuat dan menjual roti). Penjual roti ini sedang membuat adonan, sambil melihat kejadian imam Ahmad didorong-dorong oleh marbot tadi. Saat imam Ahmad sampai di jalanan, penjual roti itu memanggil dari jauh "mari syaikh, anda boleh nginap di tempat saya, saya punya tempat, meskipun kecil".
Kata imam Ahmad "baik". Imam Ahmad masuk ke rumahnya, duduk dibelakang penjual roti yang sedang membuat roti (dengan tidak memperkenalkan siapa dirinya, hanya bilang sebagai musafir). Penjual roti ini punya perilaku tersendiri, kalau imam Ahmad ngajak ngomong, dijawabnya. Kalau tidak, dia terus membuat adonan roti sambil melafalkan istighfar, Astaghfirullah. Saat meletakkan garam, astaghfirullah, memecahkan telur, astaghfirullah, mencampur gandum, astaghfirullah. Selalu mengucap istighfar.
Imam Ahmad memperhatikan terus. Lalu imam Ahmad bertanya "sudah berapa lama kamu lakukan ini?". Orang itu menjawab "sudah lama sekali syaikh, saya menjual roti sudah 30 tahun, jadi semenjak itu saya lakukan". Imam Ahmad bertanya : "apa hasil dari perbuatanmu ini?", orang itu menjawab "(lantaran wasilah istighfar) tidak ada hajat yang saya minta , kecuali pasti dikabulkan Allah. semua yang saya minta ya Allah...., langsung diterima". Memang Nabi saw pernah bersabda :"siapa yang menjaga istighfar, maka Allah akan menjadikan jalan keluar baginya dari semua masalah dan Allah akan berikan rizki dari jalan yang tidak disangka-sangkanya. Lalu orang itu melanjutkan "semua dikabulkan Allah kecuali satu, masih satu yang belum Allah kabulkan".
Imam Ahmad penasaran kemudian bertanya "apa itu?". Kata orang itu "saya minta kepada Allah supaya dipertemukan dengan imam Ahmad". seketika itu juga imam Ahmad bertakbir, "Allahuakbar, Allah telah mendatangkan saya jauh dari Bagdad pergi ke Bashrah dan bahkan sampai didorong-dorong oleh marbot masjid itu sampai ke jalanan karena istighfarmu"..(penjual roti terperanjat, memuji Allah, ternyata yang di depannya adalah Imam Ahmad).
Subhanallah maha suci Allah swt. jadi kita bisa ambil kesimpul dari kisah di atas bahwa jika seseorang sungguh-sungguh meminta ampunan kepada Allah swt maka Allah swt akan memberikannya ampunan dan mengabulkan setiap permohonannya.

Posting Komentar