Usia dan Amal
Table of Contents
Rasulullah SAW bersabda: Sebaik-baik manusia adalah yang panjang usianya dan baik amal perbuatannya. (HR. At-Turmudzi)
قال
رسول الله صلى الله عليه وسلم:
"خَيْرُ
النَّاسِ مَن طالَ عمُرُه وَحَسُنَ عملُه"
رواه
الترمذي
Hakekat
hidup adalah kematian. Karena setelah kematian itulah kedudukan kita
yang sesungguhnya akan ditentukan. Maka, dalam agama disebutkan
bahwa orang yang cerdas adalah orang hidup yang sadar mempersiapkan
kematiannya.
Maka,
tepat sekali Ibnu Qudamah salah seorang imam besar dalam fiqh dan
tasawuf mengatakan bahwa orang yang paling berbahagia adalah saat
nafasnya berhenti tetapi pahalanya terus mengalir.
Teruslah
beribadah dan beramal shaleh, sebelum menyesal di kemudian hari.
Itulah investasi akhirat yang sesungguhnya.
“ Demikianlah
keadaan orang-orang kafir itu) Hingga apabila datang kematian kepada
seseorang diantara mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku,
kembalikanlah aku ke dunia, agar aku dapat berbuat amal shaleh yang
dahulu aku tinggalkan." Sekali-kali tidak! Itu hanya perkataan
yang diucapkannya saja (maksudnya berbohong, tidak sungguh-sungguh).
Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.”
(Qs. Al-Mukminun [23]: 99-100)
Semoga
kita termasuk dalam sabda Rasul di atas dan sesuai dengan harapan
Imam Ibnu Qudamah. Semoga Allah memberi kita usia panjang dan kita
memperbaiki ibadah dan amal shaleh.
KH.
Anang Rikza Masyhadi, MA.
Jakarta,
15 Syaban 1438 / 11 Mei 2017

Posting Komentar